Friday, March 2, 2012

Senja

Ini adalah senja? Ah.. Tentu saja ini adalah senja. Kau dapat melihatnya dari tebaran pesona yang ditampilkan oleh semburatnya yang malu-malu menembus jiwamu. Kau juga dapat melihatnya dari keindahannya yang saat rintik hujan ini berjatuhan di atas kepalamu.


Ini adalah senja? Ah.. Tentu saja ini adalah senja. Kau tak akan jemu melihatnya meski kadang kau harus melewatkan keindahannya. Kau akan selalu berkutat dengan cahayanya yang bersinar jingga. Ah.. Tidak hanya jingga, karena warna jingga terlalu rumit, apakah hitam? atau putih? ah.. Entahlah..

Ini adalah senja? Ya.. Ini adalah senja. Kau dapat mengetahuinya dari keindahan yang akan membunuhmu pelan-pelan. Benarkah? Entahlah...
click utk lihat lebih lanjut...

Tuesday, February 7, 2012

Mati?

Ah.. Bukankah ini hari yang sangat cerah untuk mengawali hidup? Lalu ada apa dengan kata mati itu? Bukankah kata itu telah diambil oleh ombak? Bukankah kata itu telah menghilang dengan semua keluh kesah yang kau buang dan injak-injak di atas sampah yang menggunung?

Ah.. tidak.. Angin membisikkannya lagi padaku. Begitu perlahan namun cukup terdengar. Ada apa? Apa Tuhan sedang menghukumku karena aku berbuat nakal?


Aku memang nakal. Bukankah begitu, Tuhan? Dan kata mati yang terdengar rasanya cukup indah ditelingaku. Bolehkah aku meminta ijin-Mu? Tentu saja kau akan menggeleng dan menjewerku kan? Hahaha... Kalau begitu, bolehkah aku mengucapkan terima kasih karena aku diciptakan menjadi seorang pengecut?

Tapi, saat ini rasanya aku ingin berlari menuju samudra luas. Atau bermain dengan pisau yang dibawakan oleh malam untukku. Atau mungkin berdansa dengan nyanyian yang datang dari jurang itu. Bolehkah, Tuhan?
click utk lihat lebih lanjut...

Wednesday, February 1, 2012

Pembicaraan Sebuah Hati?

Tangisan itu kembali pecah. Ada apa? Hei! Aku hanya manusia biasa yang bisa terbawa angin dan terseret debur ombak! Apa lagi yang kau harapkan? Sebuah cacian tak akan berpengaruh dalam hati yang memang sudah hancur bertahun-tahun lalu. Tidakkah kau tahu hal itu?

Benarkah? Hatimu hancur? Hahaha... Kau hanya membuatku tertawa. Tertawa dengan begitu kencang dan begitu lantang. Bagaimana mungkin hatimu hancur jika sejak dulu kau memang tidak mempunyai hati? Bagaimana mungkin kau merasa kau memiliki hati padahal hatimu sudah jauh tertiup angin? Dan sekarang kau menangis?! Simpan saja semua air matamu yang busuk dan laknat itu! Tak seorang pun ingin tahu.


Tangisan itu kembali pecah. Lebih lantang dan lebih keras. Ada apa? Hei! Aku bukanlah malaikat yang senantiasa tersenyum dalam semua keadaan. Salahkah jika aku mati saja? Menenggelamkan diriku dalam kobaran api yang terbentang dalam lautan? Menerjunkan diriku pada dalamnya jurang hitam yang memiliki api menyala di bawahnya yang tak terlihat?

Pergi saja! Kau bahkan tak pernah becus mendengarkan. Kau tak pernah bisa menjadi sesuatu seperti ulat yang berubah menjadi burung merak. Kau layaknya sebuah batu yang terdiam dan menatap, berpikir dirinya adalah burung. Mati saja kalau kau mau! Aku akan tertawa saat hari pemakamanmu datang. Aku akan memasang lagu menghentak yang akan menggetarkan kuburanmu.

Tangisan itu kembali pecah. Lebih pelan dari sebuah isak tangis. Hei! Kau bahkan tak mengenalku! Bagaimana mungkin kau begitu yakin dengan diriku? Bagaimanapun juga aku tak ubahnya sebuah batu yang tertutup pasir untukmu. Aku hanyalah sebuah nista yang tak pernah kau anggap.

Karena aku yang telah membunuhmu.....
click utk lihat lebih lanjut...

Saturday, December 31, 2011

Need You Now - Taylor Swift

I need you now
Red letters that I wrote on the wall
And the message that I left when I called

I need you now
Words I said drowned out by the rain
Waiting there for you but you never came

My world’s a little colder now
But I’m keeping warm somehow

So here you are at my window
Guess nobody told you
I don’t need don’t need you
And I waited so frustrated
Who’s gonna hold you
I don’t need you don’t need you now

I need you now
Words I heard you whisper to me
We were walking down a one-way street

You need me now
That’s what you’ve been telling my friends
That I’ve come too far to go back there again

My heart my mind and number have changed
You might as well forget my name

So here you are at my window
Guess nobody told you
I don’t need you don’t need you
And I waited so frustrated
Who’s gonna hold you
I don’t need you don’t need you now

I need you now
Red letters that I wrote on the wall
And the message that I left when I called

So here you are at my window
Guess nobody told you
I don’t need you don’t need you
And I waited so frustrated
So who’s gonna hold you
I don’t need you now
And I don’t know where you are
I don’t wonder where you are
I don’t dream about you cause I don’t need you now

I don’t dream about the way
That I never heard you say
“I need you I need you”
I don’t need you now

Don’t need you
Don’t need you now
click utk lihat lebih lanjut...